Tuesday, February 23, 2021

YUK GABUNG DENGAN PAGAR NUSA SEPTIM !



Apakah anda sudah yakin ingin bergabung dengan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa ?

Sebelum mendaftar :

1. Yakinkan diri anda untuk siap mengikuti aturan pelatihan

2. Berdomisili atau bertempat tinggal diwilayah Tangerang

3. Wajib suport akun medsos

     Fanspage fb : pagarnusaseptim ( Like )

     Instagram     : pagarnusaseptim ( Follow )

     Youtube        : Pagar Nusa Septim ( Suscribe )


Setelah semunya sudah dipersiapkan kemudian Klik Link dibawah ini :

<<< DAFTAR >>>

Wednesday, January 16, 2019

PRASETYA PENCAK SILAT NAHDLATUL ULAMA PAGAR NUSA




Setiap Organisasi baik Pencak Silat maupun organisasi diluar pencak silat biasanya mempunyai sebuah janji dari misi sebuah organisasi tersebut, di Pencak Silat Pagar Nusa sendiri janji tersebut dikenal dengan nama Prasetya.

Prasetya adalah sebuah janji suci yang diucapkan dengan sadar dan sepenuh hati seorang pendekar terhadap peguronnya yaitu Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa.

Berikut adalah Prasetya Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa:

·         Membaca bismillah
·         Membaca 2 kalimah syahadat

Prasetya Pagar Nusa

Kami pesilat PSNU Pagar Nusa sanggup melaksanakan:
1.      Bertaqwa kepada Allah SWT
2.      Berbakti kepada nusa dan bangsa
3.      Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
4.      Mempertahankan kebenaran dan mencegah kemunkaran
5.      Mempertahankan faham ahlus sunnah wal jama’ah

ARTI JURUS SALAM PAGAR NUSA




Salam adalah hal utama dalam kehidupan bermasyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika kita bertemu dengan seseorang atau sekelopok orang pasti yang kita ucapkan adalah salam. Salam dalam hal ini adalah pembuka atau permulaan, rasanya kalau kita memulai sesuatu dengan seseorang atau sekelompok orang tanpa adanya salam pasti tidak akan cocok, kurang lengkap atau terkesan kurang sopan. Itulah uniknya Bangsa Indonesia yang terkenal memang Negara yang penuh sopan santun.

Ini berkaitan juga dengan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa yaitu jurus pembukaannya yang dikenal dengan Jurus Salam Pagar Nusa. Disalam Pagar nusa ini mempunyai makna disetiap gerakan dan terkandung makna moral bagi kehidupan sebagai warga Negara khususnya sebagai santri pagar nusa apalagi Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa yang dikenal sebagai pencak yang berasal dari pondok pesantren yang didirikan oleh para petinggi-petinggi tokoh alim ulama dan dikenal juga sebagai jawara silat plus kanuragannya.

Tentunya sebagai santri Pagar Nusa pasti sudah hafal jurusnya dan juga harus hafal artinya supaya kita tahu makna dari setiap gerakan yang menjadi nilai moral bagi setiap santri Pagar Nusa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berikut adalah Arti dari jurus Sala Pagar Nusa
1.      Berian kepada Allah SWT
2.      Beribadah dan berdoa
3.      Amar ma’ruf menuju jalan yang lurus
4.      Nahi munkar
5.      Wali songo tradisi dan kebudayaan
6.      Persaudaraan, persatuan dan kesatuan
7.      Mepertahankan faham ahlus sunnah wal jama’ah
8.      Selalu siap siaga dan amanah
9.      Memagari dan membentengi
10.  NU
11.  Bangsa

MATERI PENCAK SILAT NAHDLATUL ULAMA PAGAR NUSA



Sebagaimana nama Pagar Nusa adalah kepanjangan dari Pagarnya NU dan Bangsa, ketika ditanya Apa itu NU dan Bangsa, tentunya kalian sebagai Santri Pagar Nusa harus mengetahui hal itu.
Berikut adalah materi dasar tentang pengetahuan Pagar Nusa dan selebihnya nanti dikebangkan dengan pelatih dan pengetahuan umum kalian sendiri.

Silahkan Klik Materi Dibawah Ini !


SEJARAH PSNU PAGAR NUSA





Pagar Nusa sebagai organ dibawah naungan Nahdlatul Ulama bertugas menggali, menggembangkan, dan melestarikan pencak silat warisan wali songo khususnya dan budaya pencak silat Indonesia pada umumnya.

Dibentuk dan didirikan oleh para pendirinya tanggal 3 Januari 1986 dipondok pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Surat keputusan NU tentang pengesahan pendirian dan kepengurusan di sahkan 9 Dzulhijjah 1406 / 16 Juli 1986 berawal dari sebuah perhatian dan skaligus keprihatinan tentang surutnya dunia persilatan dipelataran pondok pesantren. Padahal awalnya pencak silat merupakan kebanggaan yang mwnyatu dengan kehidupan dan kegiatan pondok pesantren.

Tanda-tanda kesurutan antara lain: Hilangnya peran pondok pesantren sebgai padepokan pencak silat. Awalnya pondok pesantren bias diibaratkan sebagai sentral kegiatan pencak silat. Kyai atau Ulama pengasuh pondok pesantren selalu melengkapi dirinya dengan ilmu pencak silat khususnya aspek tenaga dalam atau karomah yang dipadu dengan beladiri. Pada saat itu seorang kyai sekaligus juga menjadi pendekar pencak silat.

Disisi lain tumbuh menjamurnya perguruan pencak silat yang lahir seperti jamur dimusim penghujan. Dengan segala keanekaragaman baik dilihat dari segi agama, aqidah maupun kepercayaannya, satu sama lain bersifat tertutup menganggap dirinya paling baik dan paling kuat. Kebanyakan bersifat local sehingga tumbuhnya menjamur dan berguguran setelahnya. Untuk itulah ketika KH. Suharbillah bertemu KH. Mustofa Bisri dari Rembang dan sambatan tentang pencak NU secara khusus beliau mempertemukan dia dengan KH. Agus Maksum Jauhari yang memang sudah masyhur ahli beladiri.

Keadaan yang demikian mendorong para ulama pimpinan pondok pesantren, pendekar serta tokoh-tokoh pencak silat untuk musyawarah khususnya mencari jalan keluar, yaitu membuat suatu wadah yang khusus mengelolah pencak silat Nahdlatul Ulama. Pada tanggal 12 Muharrom 1406 M bertepatan tanggal 27 September 1985 berkumpulah para Ulama dan Para pendekar dipondok pesantren Tebuiireng Jombang Jawa Timur untuk musyawarah dan sepakat membentuk suatu wadah yang khusus mengurus pencak silat Nahdlatul Ulama. Musyawarah tersebut dihadiri tokoh-tokoh pencak silat Jombang, Ponorogo, Nganjuk, Cirebon, Kalimantan dan Kediri. Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa akan segera dibentuk suatu wadah Pencak Silat Nahdlatul Ulama.

Surat keputusan resmi pembentukan tim persiapan pendirian perguruan pencak silat milik NU disahkan tanggal 27 Rabiul Awwal 1406 / 10 Desember 1985 dan berlaku sampai dengan 15 Januari 1986.

Musyawarah berikutnys diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur pada tanggal 3 Januari 1986. Hadir dalam pertemuan tersebut para tokoh pencak silat  antara lain dari Pasuruan, Ponorogo, Jombng, Nganjuk, Cirebon, Kalimantan, Lumajang dan Kediri. Sedangkan utusan dari PWNU Jawa Timur yaitu KH. Bukhori Susanto yang berasal dari Kabupaten Lumajang dan KH. Suhar Billah SH.LLT. dari Pondok Pesantren An-Najiyah Sidosermo Surabaya.

Dalam musyawarah tersebut disepakati susunan pengurus harian jawa timur yang merupakan embrio pengurus pusat sebagai berikut:

Ketua Umum
:
KH. Abdullah Maksum Djauhari
Sekretaris
:
Drs. H. Fuad Anwar
Ketua Harian
:
KH. Drs. Abdur Rahan Utsman
Ketua I
:
KH. Suhar Billah, SH. LLT
Sekretaris
:
Drs. H. Fuad Anwar
Sekretaris I
:
Drs. H. Kuncoro
Sekretaris II
:
Ashar Lamro

Nama yang disepakati adalah Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang disingkat IPS-NU. Pada waktu audiensi dengan Pengurus Wilayan Jawa Timur diusulkan nama oleh KH. Anas Thohir selaku Pengurus Wilayah NU Jawa Timur adalah Ikatan Pencak Silat NU Nusa Pagar yang merupakan kepanjangan dari Pagarnya NU dan Bangsa. Nama tersebut diciptakan oleh KH. Mujib Ridlwan dari Surabaya, putra dari KH. Ridlwan Abdullah, pencipta Lambang NU. Simbol terdiri dari segi lima dengan warna dasar hijau dengan bola dunia didalamnya, didepannya ada pita bertulis Laa Gholiba Illa Billah yang artinya Tiada yang menang kecuali mendapat pertolongan dari Allah. Dilengkapi dengan bintang sebilan dan Trisula sebagai simbol Pencak Silat. Lambang tersebut diusulkan oleh KH. Suhar Billah SH. LLT yang kemudian disempurnakan dan diubah menjadi segi lima oleh peserta Mustawarah III di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang KH. Sansuri Baidlawi sebagai sesepuh dan penasehat yang sempat hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa:

Logo yang berbunyi
:
Laa Gholiba Illallah
Diubah menjadi
:
Laa Gholiba Illa Billah

Untuk mebentuk susunan Pengurus tingkat Nasional PBNU membut surat pengantar Kesediaan ditunjuk menjadi pengurus. Surat pengantar tersebut ditanda tangani oleh ketua umum PBNU KH. Abdurrahan Wachid dan Rais Aam KH. Ahad Sidiq. Insya Alllah tanda tangannya KH. Ahad Sidiq merupakan tanda tangannya yang terakhir.

Lembaga Pencak Silat NU memenuhi tuntutan organisasi mengadakan Munas I yang diadaka dipondok pesantren Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo Jawa Timur. Surat kesediaan ditanda tangani oleh KH. Saifurrizal, yang Insya Allah merupakan tanda tangan yang terakhir. Penentuan tanggal pelaksanaan munas I ditentukan oleh Kyai sendiri yaitu tanggal 20-23 Septeber 1991. Ternyata tanggal tersebut adalah 100 hari wafat beliau. Sehingga pada waktu pembukaan diadakan tahlil terlebih dahulu. Sesuai dengan hasil muktamar NU di Cipasung, Lembaga Pencak Silat NU Pagar Nusa berubah setatus dari Lebaga menjadi badan otonom. Kemudian pada saat muktamar NU di Lirboyo Kediri status Badan Otonom kembali berubah menjadi Lembaga.

Munas II Pagar Nusa dilaksanakan dipadepokan IPSI Taman mini Indonesia Indah Jakarta pada tanggal, 22 Januari 2001, yang diikuti perwakilan dari Wilayah-Wilayan IPS-NU Pagar Nusa yang ada diseluruh Indonesia. Antara lain: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lapung, Riau, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Khusus Jawa Timur yang nota bene merupakan sentral pengembangan IPS-NU Pagar Nusa mengerahkan seluruh cabang-cabang yang ada di 35 Kabupaten/Kota se Jawa Timur dan Perwakilan dari Pondok Pesantren untuk ikut serta dalam pelaksanaan munas II di Jakarta. Pada munas II ini dibuka oleh KH. Abdurrahan Wachid yang pada saat itu adalah Presiden RI ke 4.

Adapun agenda yang dibahas dalam munas II ini antara lain:
1.      Organisasi : Mebahas masalah Peraturan Dasar Rumah Tangga ( PD/PRT ) IPS-NU Pagar Nusa
2.      Ke-PASTI-an : Mebahas asalah PASTI dan Perangakat yang lain yang meliputi seragam dan atributnya, keanggotaan, dan kepelatihan.
3.      Teknik dan Jurus : Mebahas, menggali dan menyepurnakan jurus-jurus yang sudah dimiliki oleh IPS-NU Pagar Nusa yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk Hard Copy (buku) dan Soft Copy (kaset VCD)




Monday, December 3, 2018

MAKNA / ARTI LAMBANG NAHDLATUL ULAMA



Lambang Nahdlatul Ulama diciptakan oleh K.H Ridwan Abdullah (Surabaya) salah seorang a'wan syuriah PBNU periode pertama pada tahun 1926, lambang itu dihasilkan dari sebuah mimpi setelah melakukan sholat istikharah, sehingga diyakini bukan lambang sembarangan tapi memiliki makna yg sangat dalam.

Dalam Anggaran Dasar NU, Pasal 4, disebutkan: “Lambang Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dilingkari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis katulistiwa, yang terbesar diantaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah katulistiwa, dengan tulisan NAHDLATUL ULAMA dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.”

1.      Bola Dunia
Bumi adalah tempat manusia berasal, menjalani hidup dan kembali sesuai dengan Surat Thaha ayat 55 yg berbunyi: "dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan dari padanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yg lain"

2.      Tali Yang Melingkar Dengan Untaian Berjumlah 99
99 melambangkan nama-nama bagi Allah (asma'ul husna) tali melambangkan ukhuwah yg kokoh berdasarkan ayat 103 Surat Ali Imron "dan berpeganglah kalian dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,agar kamu mendapat petunjuk"

3.      Peta Indonesia
Melambangkan bahwa Nahdhotul Ulama didirikan di Indonesia dan berjuang untuk kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

4.      Dua Simpul Ikatan Dibagian Bawah
Melambangkan hubungan vertical kepada Allah (hablum minallah) dan hubungan horizontal dengan sesama manusia (hablum minannas).


5.      Bintang
a.       Empat bintang melintas di atas bumi melambangkan khulafa'ur rasyidin
b.      Satu bintang besar ditengah melambangkan rasululloh saw
c.       Empat bintang dibawah bumi melambangkan empat imam madzhab (Imam Syafii, Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Hambali)
d.      Jumlah bintang seluruhnya 9 melambangkan wali songo yg menyebarkan agama islam di belahan nusantara
6.      Tulisan Arab Nahdhotul Ulama Melintang Di Tengah Bumi
berati nama organisasi yg dimotori oleh para ulama yg artinya "kebangkitan para ulama"

7.      Warna
a.       Warna hijau melambangkan kesuburan
b.      Warna putih melambangkan kesucian

MAKNA LAMBANG PAGAR NUSA




Diawali pada saat pertama kali Pencak Silat Pagar Nusa dideklarasikan berdiri bersamaan dengan itu pula pembentukan lambang kebesaran sebagai identitas Pagar Nusa direalis lambang Pencak Silat Pagar Nusa seperti yang kita ketahui berwana hijau dimana didalamnya terdapat sususan objek seperti bintang, bola dunia dan trisula hingga pita bertuliskan lafadz arab yang berbunyi "La goliba illallah" lambang pertama ini diusulkan oleh KH. Suharbillah SH.LLT dari Surabaya dan kemudian disempurnakan menjadi segi lima oleh peserta musyawarah III di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, saat itu KH. Sansuri Baidawi sebagai sesepuh dan penasihat juga ikut memberikan didalam pembuatan lambang Pagar Nusa, beliau memberikan rujukan terhadap tulisan pertama pada logo yang berbunyi "La goliba illallah" diubah menjadi "La goliba illa billah" yang artinya “Tiada Yang Menang Kecuali Tanpa Pertolongan Allah” dan sepakat untuk diterapkan hingga saat ini.
Pembuatan nama Pencak Silat Pagar Nusa diciptakan oleh KH. Mujib Ridlwan dari Surabaya. KH. Mujib Ridlwan adalah  putra dari KH. Ridlwan Abdullah pencipta lambang Nahdlatul Ulama.
1.      Bentuk Kurva Segilima
a.       Religi
Jumlah rukun Islam (Syahadat , sholat , zakat , puasa dan haji)
b.      Nasionalisme
Jumlah Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia

2.      Tiga Garis Tepi Warna Putih
a.       Gambaran tiga hakikat unsur kehidupan manusia
1)      Alam janin
2)      Alam dunia
3)      Alam akhirat

b.      Gambaran tentang pagar nusa dengan sikap religi
1)      Islam : Pagar Nusa terbentuk sebagai benteng Islam
2)      Iman : Pendekar Pagar Nusa selalu berpegang teguh terhadap iman kepada Allah
3)      Ikhsan : Selalu menjahui apa yang dilarang dan menjalankan apa yang diperintahkan dalam Islam

3.      Tulisan "NAHDLATUL ULAMA"
Menjelaskan bahwa Pagar Nusa berdiri dan berkembang dibawah naungan Nahdlatul Ulama

4.      Bintang Sembilan
Wali songo: Mengambil jejak keberadaan para wali nusantara dengan metode yang toleran dan bersifat tradisional

5.      Bola Dunia
Pagar Nusa akan berkembang dan terus tumbuh dimanapun berada

6.      Tulisan " Lagoliba Illa Billah "
Tiada kemenangan melainkan tanpa pertolongan dari Allah

7.      Trisula
Melambangkan bahwa Pagar Nusa adalah merupakan sebuah pencak silat

8.      Background Warna Hijau
a.       Melambangkan sebuah kesuburan
b.      Dan kesinambungan dengan Nahdlatul Ulama

MATERI KEBANGSAAN








1.      Pancasila Versi Al-Quran

١. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ
Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa”
(QS: AL IKHLAS - 1)

 ٢. فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ تَعْدِلُوْا ۚ
Maka Janganlah kamu mengikutin hawa nafsu, hendaklah kamu menjadi manusia yang adil 
(QS: AN NISA - 135)

٣. وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ
Dan kami menjadikal kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-menganal
(QS: AL HUJURAT - 13)

٤. وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ 
Sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antar mereka
(QS: ASY SYURO - 38)

٥. اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ
Sesungguhnya Allah menyuru (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan
(QS: AN-NAHL – 90)

            Pancasila dicetuskan oleh tiga tokoh yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Yamin dan Soepomo. Dan pembuat lambang  Burung Garuda Pancasila ialah Sultan Hamid II

2.      Makna Burung Garuda Sebagai Lambang Pancasila
Garuda pancasila adalah burung yang dikenal sebagai simbol Negara untuk menggambarkan Negara Indonesia merupakan bangsa yang kuat, besar dan disegani tidak diremehkan.
a.       Warna keemasan pada burung Garuda adalah gambaran sebuah kejayaan dan keagungan
b.      Burung Garuda mempunyai sayap, paruh cakar dan ekor yang dijadikan sebagai lambang tenaga dan kekuatan pembangunan.

Jumlah bulu yang terdapat pada Garuda Pancasila menggambarkan tentang hari dan tanggal proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu pada 17 Agustus 1945. Diantaranya ialah jumlah bulu masing-masing sayap memiliki jumlah 17, jumlah bulu pada ekor berjumlah 8, jumlah bulu dibawah perisai/pangkal ekor memiliki jumlah 19 dan jumlah bulu pada leher memiliki jumlah 45 dan 11 bulu paha melambangkan diresmikannya pemakaian sebagai lambang Negara pertama kali pada siding Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.

3.      Perisai Burung Garuda
a.       Perisai adalah tameng yang sudah lama dikenal dalam budaya dan peradaban Nusantara sebagai senjata yang melambangkan perlindungan, pertahanan dan perjuangan diri untuk mencapai suatu tujuan.
b.      Terdapat garis hitam tebal tepat ditengah perisai yang mana menggambarkan garis khatulistiwa. Gambaran tersebut merupakan cerminan dari lokasi atau letak Indonesia sebagai Negara tropis yang dilintasi oleh garis khatulistiwa.
c.       Terdapat lima buah ruang pada perisai yang mewujudkan dasar Negara pancasila.
d.      Ruang perisai memiliki warna dasar bendera Indonesia dan dibagian tengahnya terdapat warna dasar hitam.

4.      Makna Pancasila
a.       Sila Pertama Bintang Tunggal
Ketuhanan Yang Maha Esa, dilambangkan menggunakan perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima. Maksud dari lima kepala pada bintang emas tersebut adalah menggambarkan 5 agama besar yang ada di Indonesia, Islam, Buddha, Hindu, Kristen, dan ideology sekuler sosialisme.

b.      Sila Kedua Rantai Emas
Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, dilambangkan dengan rantai yang tersusun atas gelang-gelang kecil menandakan hubungan antara manusia satu sama lain yang saling bahu-membahu. Gelang persegi tersebut juga menggambarkan gelang seperti pria dan lingkaranya menggambarkan wanita.
                                                                                                    
c.       Sila Ketiga Pohon Beringin
Persatuan Indonesia yang dilambangkan dengan sebuah pohon beringin yang dalam bahasa ilmiahnya ialah ficusbenjamina. Pada bagian kiri atas perisai berlatar putih, pohon beringin adalah sebuah pohon yang berakar tunjang. Akar tunjang adalah akar tunggal panjang yang menunjan pohon besar tersebut kedalam tanah, Hal demikian menberikan contoh kesatuan dan persatuan Indonesia.
                        Pohon beringin memiliki banyak sekali akar yang bergelantungan dari rantingnya. Hal ini mencerminkan bahwa Indonesia adalah Negara kesatuan namun mempunyai bermacam-macam latar belakang budaya bermacam-macam dari sabang sampai merauke.

d.      Sila Keempat Kepala Banteng
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyarawatan/Perwakilan. Makna dari simbol kepala banteng pada bagian atas perisai berlatar merah tersebut adalah menerangkan bahwa banteng atau lembu liar binatang sosial yang sama halnya dengan manusia.
                        Hal demikian dikatakan oleh Bung Karno dimana keputusan tersebut diambil dan dilakukan secara musyawarah, kekeluargaan dan gotong royong adalah nilai yang dijadikan sebagai ciri Bangsa Indonesia.

e.       Sila Kelima Padi dan Kapas
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dibagian kanan bawah perisai memiliki latar belakang putih. Kapas dan padi adalah sebuah gambaran sandang pangan yang mana merupakan kebutuhan pokok semua masyarakat Indonesia tanpat melihat status ataupun kedudukannya.
                        Padi dan kapas mencerminkan persamaan sosial yang tidak adanya kesenjangan sosial antara satu dengan yang lainnya, namun hal tersebut tidak berarti bahwa Indonesia menggunakan Ideologi Komunisme.